a Comic 8
(2014)
Quality: DVDRip & TVRip
Released 29 January 2014
(Indonesia)
Country Indonesia
Language Indonesian
Genre Comedy
Director Anggy Umbara
Writers n/a
Starcast
Indro Warkop , Teuku
Rizky Muhammad ,
Iqbaal Dhiafakhri
Ramadhan | See full
cast and crew »
Rating
7.6/10
Ratings: 7,6/10 from
274 users
Reviews: 1 user
Review:
Bahkan hanya dengan dua film layar lebar
yang baru diarahkannya, Mama Cake (2012) dan
Coboy Junior The Movie (2013), Anggy Umbara
telah mampu mencuri perhatian para penikmat
film Indonesia – kebanyakan karena
kegemarannya untuk menampilkan visualisasi
dari cerita filmnya dengan warna-warna
benderang maupun tampilan a la komik yang
begitu terkesan eksentrik. Kegemarannya
tersebut kembali ia hadirkan dalam Comic 8,
sebuah film aksi komedi yang menampilkan
penampilan akting dari delapan pelaku stand up
comedy – atau yang lebih akrab dikenal dengan
sebutan komik – yang saat ini tengah meraih
popularitas yang cukup tinggi di Indonesia.
Momen-momen komedi memang mampu
mengalir lancar dalam pilihan ritme penceritaan
cepat yang dipilihkan Anggy untuk film ini.
Namun, naskah yang terasa lemah dalam
eksplorasi ceritanya seringkali membuat Comic
8 banyak menghabiskan durasi filmnya dalam
atmosfer penceritaan yang cenderung datar
daripada tampil benar-benar menghibur
penontonnya.
Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Fajar
Umbara, Comic 8 memulai kisahnya ketika tiga
penjahat amatir, Babe (Babe Cabiita), Bintang
(Bintang Timur) dan Fico (Fico Fachriza), yang
telah merasa lelah dengan kehidupan mereka
yang selalu berjalan sulit kemudian memutuskan
untuk mengubah nasib dengan merampok
sebuah bank guna mendapatkan uang sebanyak
mungkin.
Setelah melakukan beberapa observasi serta
persiapan sederhana, di hari yang telah
ditentukan, ketiganya memasuki bank yang telah
dipilih untuk dijadikan sasaran perampokan
mereka. Sial, beberapa saat sebelum memulai
aksi mereka, bank tersebut justru kemudian
menjadi sasaran perampokan yang dilakukan
oleh tiga orang penjahat yang lebih profesional,
Ernest (Ernest Prakasa), Kemal (Kemal Palevi)
dan Arie (Arie Kriting). Kacau? Tentu saja! Tidak
dapat dihindari, kedua kelompok penjahat
tersebut mulai saling berseteru mengenai siapa
yang lebih berhak melakukan perampokan di
bank tersebut.
Sialnya (lagi), ditengah perseteruan tersebut,
hadir kelompok penjahat lain yang terdiri dari
dua orang berpenampilan absurd, Mongol
(Mongol Stres) dan Mudy (Mudy Taylor), yang
(tentu saja juga) ingin merampok bank tersebut.
Masalah semakin bertambah ketika pihak
kepolisian mulai mencium keberadaan para
penjahat tersebut dan kemudian mengepung
sekeliling wilayah bank agar segera dapat
meringkus mereka.
Tidak ingin tertangkap, kedelapan penjahat yang
berasal dari tiga kelompok berbeda tersebut
memutuskan untuk menyingkirkan seluruh
perbedaan mereka dan mulai saling bekerjasama
dalam menemukan jalan keluar dari bank dan
kepungan polisi.
Comic 8 sebenarnya memiliki potensi
penceritaan aksi maupun komedi yang cukup
kuat. Anggy Umbara dan Fajar Umbara jelas
terlihat telah memiliki visi mengenai apa yang
sebenarnya ingin mereka sajikan dalam film ini.
Sayangnya, keduanya kurang mampu untuk
menyajikan berbagai visi tersebut dalam sebuah
satuan penceritaan yang erat. Keberadaan plot
dan karakter dalam jumlah yang besar kemudian
menimbulkan permasalahan tersendiri ketika
plot dan karakter yang bervariasi tersebut
dihadirkan secara potongan demi potongan
cerita yang membuat aliran emosional cerita
seringkali terasa melelahkan.
Twist yang disajikan di penghujung cerita juga
lebih terasa sebagai usaha yang “licik” dalam
menyembunyikan ketidakmampuan Fajar
Umbara untuk memadukan berbagai plot cerita
yang dihadirkan sebelumnya daripada terasa
sebagai sebuah pilihan yang cerdas dalam
menyajikan jalan ceritanya. Untungnya,
meskipun dengan lemahnya pengelolaan jalan
cerita, Anggy mampu menyajikan Comic 8
dengan ritme penceritaan lugas yang memang
sesuai dengan jalan cerita film ini.
Walaupun masih sering terasa sebagai presentasi
yang style over substance akibat kegemaran
Anggy dalam menyajikan pilihan warna
benderang tanpa pernah benar-benar berguna
bagi peningkatan kualitas penceritaan, tata
produksi film ini hadir dalam kualitas yang
cukup memuaskan, termasuk dari tata special
effect dan tata musik – meskipun jelas terasa
begitu “terinspirasi” dari tata musik arahan Hans
Zimmer di film Sherlock Holmes (2009).
Tidak adil rasanya untuk memberikan penilaian
akting pada jajaran pengisi departemen akting
film ini karena kebanyakan dari mereka tampil
sebagai diri sendiri. Bukan sebuah masalah
karena karakter-karakter yang diciptakan dalam
jalan cerita film ini memang diciptakan untuk
dihidupkan oleh masing-masing pemerannya.
Dukungan penampilan dari Nirina Zubir, Nikita
Mirzani dan Agung Hercules – yang benar-benar
mencuri perhatian, Pandji Pragiwaksono, Agus
Kuncoro dan Kiki Fatmala juga menambah solid
kualitas departemen akting film ini. Comic 8
bukannya hadir tanpa momen-momen
menyenangkan.
Beberapa kali, film ini mampu menyajikan
tampilan komedi yang akan mampu memberikan
hiburan yang cukup kuat bagi para
penontonnya. Namun, lebih dari itu, eksplorasi
cerita yang cukup lemah membuat banyak
guyonan-guyonan tersebut kemudian menjadi
terasa melelahkan dan akhirnya seringkali
menjadi tidak efektif dalam eksekusinya.
Meskipun begitu, kemampuan Anggy Umbara
untuk menyajikan cerita filmnya dalam ritme
penceritaan yang tepat serta kualitas tata
produksi yang mumpuni cukup berhasil untuk
membuat Comic 8 menjadi sebuah film aksi
komedi yang layak untuk direkomendasikan.
Sumber,
Download Film Comic 8 (2014) DVDRip MP4
High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 40 Menit - 20 Detik
Ukuran: 243 mb
SS:
Download Single Link:
Click here...
Rabu, 05 November 2014
a Comic 8 (2014) Quality: DVDRip
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar