Sabtu, 01 November 2014

john carter

a John Carter
(2012)
Quality: BRRip
Released 9 March 2012 (USA)
Country USA
Language English
Genre Action | Adventure |
Fantasy | Sci Fi
Director Andrew Stanton
Writers
Andrew Stanton
(screenplay), Mark
Andrews (screenplay), 2
more credits »
Starcast
Taylor Kitsch, Lynn
Collins , Willem Dafoe |
See full cast and crew »
Rating
6.6/10
Ratings: 6,6/10 from
179.925 users
Metascore: 51/100
Reviews: 700 user |
445 critic | 42 from
Metacritic.com
Review:
Ekspektasi jelas akan menjulang begitu tinggi
bagi John Carter. Bukan hanya karena naskah
cerita film aksi bernuansa science fiction ini
diangkat dari bagian awal dari sebelas seri
novel legendaris Barsoom karya Edgar Rice
Burroughs, John Carter juga menjadi debut
penyutradaraan film live action bagi pemenang
dua Academy Awards, Andrew Stanton, yang
mungkin lebih dikenal luas sebagai salah satu
punggawa studio animasi Pixar Animation
Studios dan otak dibalik kesuksesan luar biasa
Finding Nemo (2003) dan WALL•E (2008).
Dalam beberapa kesempatan, Stanton sempat
mengungkapkan bahwa John Carter adalah
proyek ambisius personalnya yang semenjak
lama ingin ia wujudkan – sebuah hasrat yang
akan dapat dirasakan penonton secara jelas
dalam ritme penceritaan John Carter yang
berjalan sepanjang 132 menit.
Semenjak dirilis pada tahun 1912, seri novel
Barsoom karya Burroughs telah menginspirasi
begitu banyak kisah bernuansa science fiction
yang dirilis setelahnya, termasuk beberapa
naskah cerita film yang disutradarai oleh
George Lucas, Steven Spielberg hingga James
Cameron. Karenanya, tidak perlu merasa heran
jika ketika Anda menyaksikan John Carter, Anda
akan mendapatkan beberapa bagian Indiana
Jones (1983 – 2008), Star Wars (1977 – 2008)
maupun Avatar (2009) berada di beberapa
potongan penceritaannya.
Naskah cerita John Carter sendiri, yang
diadaptasi dari seri awal Barsoom, A Princess
of Mars (1912), oleh Stanton, Mark Andrews
dan Michael Chabon, kurang begitu mampu
untuk menggali hal-hal baru dari kisah
petualangan sejenis. Dengan kedangkalan yang
sama dapat dirasakan pada deretan dialog John
Carter, film ini jelas bukanlah sebuah sajian
yang menitikberatkan kualitasnya pada inovasi
penulisan jalan cerita dan dialognya.
Berlatar belakang kisah di tahun 1861, John
Carter bercerita mengenai karakter titularnya
(Taylor Kitsch) yang merupakan seorang
mantan pasukan militer Amerika Serikat yang
terlibat dalam Perang Sipil, namun setelah
kematian istri dan puterinya, memutuskan
untuk menjauhi dunia peperangan dan memilih
untuk berburu tambang emas di berbagai
belahan wilayah Amerika Serikat.
Suatu hari, setelah dikejar-kejar sekelompok
pasukan militer Amerika Serikat yang
memaksanya untuk kembali ke medan perang
serta sekelompok pasukan dari suku primitif
Apache, John Carter bersembunyi di sebuah gua
dan secara misterius kemudian menemukan
dirinya berpindah ke planet Mars – atau oleh
masyarakat asli planet tersebut disebut sebagai
Barsoom.
Pertemuan pertama John Carter dengan
masyarakat asli planet Mars terjadi ketika ia
bertemu dengan pimpinan suku alien Tharks,
Tars Tarkas (Willem Dafoe), yang kemudian
membawa John Carter ke kumpulan koloninya
dan menganggapnya sebagai salah satu
binatang peliharaan. Namun, tidak
membutuhkan waktu lama bagi John Carter
untuk terlibat dalam sebuah peperangan yang
sedang berlangsung di planet merah tersebut:
peperangan yang terjadi antara penduduk dari
kota Zodanga dan kota Helium.
Perang tersebut sebenarnya dapat saja diakhiri
jika puteri dari kota Helium, Dejah Thoris (Lynn
Collins), mau menikahi pangeran dari kota
Zodanga, Sab Than (Dominic West). Tentu saja,
sikap dan kecurigaan Dejah Thoris bahwa
pernikahan dengan Sab Than hanyalah sebuah
kedok untuk menundukkan Helium membuat
sang puteri menolak diadakannya pernikahan
tersebut. Jelas, John Carter kemudian menjadi
faktor pelengkap tersendiri yang menentukan
bagaimana perang antara Zodanga dan Helium
tersebut akan berakhir.
Mereka yang mengharapkan John Carter akan
memiliki kedalaman cerita dan emosional
seperti layaknya film-film yang pernah
ditangani oleh Andrew Stanton sepertinya akan
merasa kecewa dengan naskah cerita yang
direpresentasikan oleh John Carter. Tidak hanya
terkesan dangkal dari segi penggalian cerita dan
dialog yang dihantarkan, John Carter juga
mengandung terlalu banyak plot cerita yang
ingin diajukan dan sayangnya gagal untuk
dikembangkan untuk dapat tampil lugas dan
menarik.
Setelah dibuka dengan adegan aksi yang cukup
memukau, dan diikuti dengan sederetan adegan
perkenalan terhadap karakter John Carter yang
bernuansa komedi, John Carter kemudian
berjalan ke banyak arah dengan fokus yang
tidak menentu. Bahkan, begitu kurang fokusnya
jalan cerita awal yang dihadirkan pada John
Carter, penonton kemungkinan besar masih
akan menemukan diri mereka merasa
kebingungan mengenai apa yang sebenarnya
hendak disampaikan bahkan setelah 90 menit
film ini berjalan.
Kelemahan terbesar kedua dari John Carter
adalah jumlah karakternya yang dihadirkan
dalam jumlah yang cukup banyak, namun gagal
untuk mendapatkan penggalian karakter yang
mendalam. Karakter-karakter seperti Sola
(Samantha Morton), Sab Than (Dominic West),
Matai Shang (Mark Strong) dan beberapa
karakter lainnya muncul di dalam jalan cerita
tanpa pernah mendapatkan motivasi dari
keberadaan maupun peran esensial mereka di
dalam jalan cerita. Bahkan karakter-karakter
utama seperti John Carter dan Dejah Thoris
juga kadang ditampilkan terlalu datar, yang
membuat sebagian penonton akan sulit untuk
merasakan koneksi emosional terhadap apa
yang dijalani oleh para karakter ini di dalam
jalan cerita John Carter.
Berbanding terbalik dengan divisi penulisan
cerita, tampilan visual John Carter adalah
sebuah keunggulan maksimal dari film ini. Di
sepanjang 132 menit film ini berjalan, Andrew
Stanton berhasil merangkai deretan gambar
dengan pewarnaan yang lembut – tidak pernah
terlalu terang maupun sebaliknya – yang
memperkuat sinematografi indah karya Daniel
Mindel. Keunggulan visual John Carter juga
terasa semakin kuat seiring dengan berjalannya
durasi cerita dan meningkatnya intensitas
konflik yang muncul di dalamnya. Harus diakui,
setelah berjalan dengan tempo yang lumayan
sederhana semenjak film ini dimulai, momen-
momen emas John Carter secara perlahan
mulai muncul dan tampil memuaskan selepas
dari bagian pertengahan film ini.
Melirik departemen akting film, John Carter
diisi dengan deretan aktor dan aktris yang
mampu menampilkan penampilan akting
terbaik mereka untuk menghidupkan peran
masing-masing. Taylor Kitsch dan Lynn Collins
yang berada di garda terdepan departemen
akting juga berhasil menghasilkan chemistry
yang sangat meyakinkan satu sama lain dan
semakin kuat dengan dukungan akting dari
Dominic West, Mark Strong, James Purefoy
serta talenta nama-nama seperti Samantha
Morton, Willem Dafoe dan Thomas Hade
Church.
Permasalahan dalam departemen akting John
Carter, sayangnya, muncul dari kurangnya
kharisma Kitsch sebagai bintang utama dari
petualangan ini. Kitsch memang belum
memiliki aura kharisma kepemimpinan yang
besar yang dapat membuat setiap kehadirannya
terasa begitu bermakna. Kekurangan itulah
yang kadang membuat karakter John Carter
kurang begitu mampu untuk tampil manarik.
Dibentuk dari beberapa kelemahan yang
muncul dari segi penceritaan yang kurang
padat dan terfokus membuat banyak momen
dalam John Carter terasa terlalu datar dan
kurang mampu untuk bercerita secara lebih
mendalam. Apakah hal tersebut membuat John
Carter sebagai sebuah film yang
mengecewakan? Mungkin saja.
Pun begitu, dengan kecerdasannya dalam
merangkai tiap adegan dengan tampilan visual
yang kuat, penonton masih akan dapat
merasakan hasrat dan kecintaan Andrew
Stanton yang begitu kuat untuk menampilkan
sebuah jalan cerita yang memikat. Terlalu
fokusnya Stanton pada divisi visual mungkin
telah mengorbankan kekuatan penceritaan dan
emosional John Carter. Namun tetap saja,
sebagai sebuah hasil debut penyutradaraan film
live action, John Carter masih mampu untuk
tampil menarik dan menghibur.
Sumber ,
Download Film John Carter (2012) BluRay
Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 2 Jam - 12 Menit - 01 Detik
Size: 337 mb
SS:
Download Single Link:
Click here...
TUSFILES

ALTERNATIF

SUB INDO

Tidak ada komentar: