Kamis, 09 Oktober 2014

Man of Steel (2013) BluRay

sinopsis:
Dikisahkan, Superman, yang oleh orangtua kandungnya,
Jor-El (Russell Crowe) dan Lara Lor-Van (Ayelet Zurer),
diberi nama Kal-El, terlahir di sebuah planet bernama
Krypton di masa-masa planet tersebut sedang
menghadapi dua masalah besar: Krypton berada di
ambang kehancuran dan pimpinan militer planet
tersebut, General Zod (Michael Shannon), sedang
melakukan kudeta terhadap para pemimpin planet –
yang kemudian berusaha digagalkan Jor-El. Jor-El dan
Lara Lor-Van sendiri kemudian mengirimkan Kal-El ke
Bumi demi keselamatan sang anak.
General Zod yang mengetahui rencana tersebut
kemudian bersumpah untuk mencari Kal-El dan
membalaskan dendamnya. Sesampainya di Bumi, Kal-El
kemudian diadopsi oleh pasangan petani, Jonathan
(Kevin Costner) dan Martha Kent (Diane Lane), dan
memberinya nama Clark Kent (Cooper Timberline/Dylan
Sprayberry/Henry Cavill).
Meskipun Pa Kent berusaha sekuat mungkin untuk
menyembunyikan identitas Clark Kent yang
sesungguhnya, namun secara perlahan, Clark Kent mulai
menyadari bahwa dirinya memiliki sebuah kekuatan
berbeda dari manusia biasa yang sekaligus membuatnya
terasing dari pergaulan luas. Dari titik tersebut, Clark
Kent memulai perjalanan untuk mulai mencari siapa jati
dirinya yang sesungguhnya.
Di saat yang bersamaan, General Zod akhirnya bisa
mengendus lokasi keberadaan sosok yang paling
dicarinya selama ini dan mulai mengerahkan
pasukannya untuk menangkap Kal-El/Clark Kent.
Momen-momen keemasan Man of Steel jelas berada di
bagian awal dan akhir film – plot yang bercerita
mengenai kondisi planet Krypton serta momen ketika
Superman akhirnya berhadapan dengan General Zod.
Sementara itu, bagian pertengahan film, yang
seharusnya menjadi elemen krusial bagi pembangunan
ikatan emosional jalan cerita film ini kepada para
penontonnya, hadir dengan penceritaan yang kurang
mampu tertata dengan baik.
Bagian tersebut memang dihadirkan sebagai alat untuk
penyampaian kisah mengenai bagaimana karakter Clark
Kent menjalani masa pertumbuhannya sebagai warga
Bumi serta perkembangan psikologis sang pahlawan
dalam menemukan kekuatannya. Sayangnya, Man of
Steel seperti berusaha untuk merangkum banyak kisah
kehidupan sang karakter namun gagal untuk
dipresentasikan dengan memuaskan – lebih sering
terasa sebagai kilasan kehidupan karakter Clark Kent
daripada sebagai sebagai sebuah narasi lengkap.
Sebuah keterburu-buruan yang menghilangkan
kesempatan penonton untuk mengenal karakter
Superman secara lebih mendalam sekaligus
meminimalisir keterlibatan Kevin Costner dan Diane
Lane yang sebenarnya tampil cukup emosional di dalam
jalan cerita. Jalan cerita Man of Steel mulai terasa
kembali terorganisir dengan cukup baik ketika film ini
beralih pada paruh ketiga penceritaan dimana karakter
Superman dan General Zod akhirnya saling berhadapan.
Meskipun terdapat beberapa inkonsistensi – karakter
Superman menyarankan seorang penduduk untuk
masuk ke rumahnya agar lebih aman namun di saat
yang sama kemudian dengan leluasa menghancurkan
berbagai gedung yang pastinya berisi banyak umat
manusia saat ia sedang bertarung dengan General Zod,
namun Snyder mampu menggambarkan berbagai
kekacauan yang hadir di sepanjang adegan pertarungan
tersebut dengan baik sekaligus meningkatkan intensitas
jalan cerita yang terlanjur melempem di paruh kedua.
Dukungan tata sinematografi arahan Amir Mokri dan
tata musik Hans Zimmer – yang terdengar begitu
familiar – juga semakin mendukung kepadatan intensitas
film ini. Berbicara mengenai pengarahan Snyder…
well… rasanya sangat jelas bahwa Snyder dalam Man of
Steel terkesan hanyalah sebagai boneka bagi Christopher
Nolan: ia cukup bertugas sebagai pengeksekusi dari
berbagai langkah penceritaan yang telah disediakan
Nolan dan David S. Goyer untuknya – yang sebenarnya
juga mengikuti deretan pola penceritaan mereka pada
trilogi The Dark Knight terdahulu. Mereka yang
mengikuti karir Snyder pasti dapat merasakan bahwa
Snyder meninggalkan seluruh gaya khas pengarahan
filmnya.
Di sisi lain, melihat kehadiran Snyder tanpa berbagai ciri
khas visual pengarahannya, bukankah adalah sangat
miris untuk menyadari bahwa Snyder adalah seorang
sutradara dengan visi serta kemampuan pengarahan
cerita yang… dangkal?
Henry Cavill sendiri memberikan penampilan yang
sangat memuaskan sebagai Clark Kent/Superman. Tidak
hanya memiliki penampilan fisik yang tampan sekaligus
gagah, Cavill juga mampu menghadirkan kharisma
seorang good old fashioned boy next door yang
memang telah menjadi karakteristik seorang Clark Kent/
Superman secara alami. Kemampuan akting Cavill juga
jelas tidak mengecewakan – ia mampu menghidupkan
karakter yang ia perankan dengan baik tanpa pernah
terasa berlebihan dalam menginterpretasikan sosok
pahlawan super yang ia bawakan. Kombinasi kualitas
tersebut secara mudah menjadikan Cavill sebagai
pemeran Clark Kent/Superman yang paling berkharisma
setelah Christopher Reeve.

DOWNLOAD

Tidak ada komentar: