Minggu, 26 Oktober 2014

Teenage Mutant Ninja Turtles (2014) Quality: WEB-DL + sub indo

Teenage Mutant Ninja
Turtles
(2014)
Quality: WEB-DL & HDCAM
Released 7 August 2014
(Singapore)
Country USA
Language English
Genre
Action | Adventure |
Comedy | Fantasy | Sci
Fi
Director Jonathan Liebesman
Writers
Josh Appelbaum, André
Nemec , 3 more
credits »
Starcast
Megan Fox, Will Arnett,
William Fichtner | See
full cast and crew »
Rating
6.4/10
Ratings: 6,4/10 from
47.165 users
Metascore: 31/100
Reviews: 267 user |
245 critic | 33 from
Metacritic.com
Review:
Teenage Mutant Ninja Turtles yang diciptakan
oleh Peter Laird dan Kevin Eastman di tahun
1983 telah berulang kali hadir dalam medium
yang berbeda-beda, terutama film, kartun, dan
komik. Tahun ini, “Teenage Mutant Ninja
Turtles” (2014) sebagai film reboot berusaha
untuk mengembalikan sosok para kura-kura
ninja ini ke permukaan dengan kisah awalan
baru. Dengan rating PG-13 dan humor yang
melimpah, “Teenage Mutant Ninja Turtles” ingin
mencoba untuk memenuhi ekspektasi penonton
dari rentang usia yang luas.
Sayangnya, dalam usahanya untuk mengemas
diri sebagai tontonan untuk seluruh anggota
keluarga, film ini justru berakhir sebagai
tontonan yang tanggung. Tidak cukup cerdas
untuk memuaskan penonton dewasa yang
sebagian juga merupakan penggemar para
karakter ini sejak kanak-kanak, tetapi juga tidak
cukup mudah dipahami oleh penonton yang
masih kecil. Hasil akhirnya, “Teenage Mutant
Ninja Turtles” menjadi tontonan tanggung
dengan kisah derivatif yang mudah dilupakan.
Dalam film baru ini, diceritakan bahwa New
York yang dirongrong tingkat kejahatan tinggi
berada di bawah teror Shredder dan organisasi
kriminal Foot Clan. Seorang reporter bernama
April O’Neil mencoba untuk menguak berita
besar yang melibatkan Foot Clan dan pencurian
bahan-bahan kimia berbahaya.
Ketika April menyaksikan aksi Foot Clan
digagalkan oleh sosok-sosok misterius, ia pun
mengikuti petunjuk yang ada dan menemukan
bahwa empat kura-kura mutan bernama
Leonardo, Raphael, Michelangelo, dan
Donatello, bersama guru mereka, seekor tikus
mutan bernama Splinter, merupakan pahlawan
yang selama ini diam-diam membantu
menghentikan tindak kejahatan di kota New
York.
Menyadari bahwa Shredder dan Foot Clan
memiliki rencana keji yang akan mengancam
kehidupan warga kota, April dan para kura-
kura ninja ini kemudian harus melawan
Shredder sebelum semuanya terlambat.
Keempat sosok kura-kura ninja yang sudah
sangat dikenal oleh banyak penggemarnya ini
mengalami sedikit pembaruan sesusai dengan
kemajuan jaman, seperti Donatello yang dalam
film ini menjadi tech geek dan mampu
melakukan banyak hal dengan mengandalkan
berbagai gadget canggih. Selera humor yang
selalu melekat dengan para pahlawan mutan ini
tidak dilupakan, disampaikan melalui dialog-
dialog yang diluncurkan oleh Michelangelo
sebagai comic relief. Tak lupa, para kura-kura
pecinta pizza ini juga banyak melontarkan
humor referensi yang berasal dari budaya pop,
sesuatu yang lumayan lucu bagi mereka yang
memahaminya.
Untuk menghidupkan keempat pahlawan ini
dan juga Splinter dalam versi live action,
Industrial Light & Magic menggunakan
teknologi motion capture untuk membuat
gerakan mereka terlihat natural. Dengan
menggunakan koreografi perkelahian dari para
penampil yang ahli bela diri dan bisa parkour,
gerakan yang dihasilkan memang terlihat lebih
halus. Secara visual, penampakan para karakter
ini juga terlihat lebih organik, meski teksturnya
yang photo realistic mungkin bisa membuat
penonton yang masih terlalu kecil takut untuk
menyaksikan kura-kura dan tikus mutan
berukuran besar ini.
Poin yang membuat “Teenage Mutant Ninja
Turtles” masih cukup menghibur untuk
sebagian orang adalah adegan aksinya. Bagi
mereka yang suka aksi bertempo cepat dan
dinamis, adegan perkelahian para kura-kura
ninja ini cukup seru untuk disimak. Set piece
besar yang ada di pertengahan film juga
memberikan poin plus karena tingkat
perencanaannya yang nampak rumit. Meski
demikian, dengan editing yang cepat, kadang-
kadang detail yang ada tidak sepenuhnya dapat
dinikmati karena adegan yang ada begitu cepat
berganti.
Secara keseluruhan, bila Anda tidak
mengharapkan sebuah tontonan serius dan
hanya ingin bernostalgia, “Teenage Mutant
Ninja Turtles” bisa dijadikan pilihan. Tetapi,
ceritanya yang biasa saja dan terkadang
mengingatkan Anda pada film-film terkenal lain
membuat aksi para kura-kura ninja ini jadi
mudah dilupakan. Untungnya, dengan durasi
yang hanya 101 menit, “Teenage Mutant Ninja
Turtles” hadir dalam porsi pas sehingga
ceritanya tidak bertele-tele. Tentu saja,
keputusan untuk menontonnya atau tidak
berada sepenuhnya di tangan Anda. Kalau Anda
memilih untuk tinggal di rumah saja sambil
makan pizza dan menonton kartun lawasnya,
itu pun tidak apa-apa.

DOWNLOAD

SUB INDO

Tidak ada komentar: